Kades Kertasada Ditahan Kejari Sumenep Karena Kasus Pungli PTSL

SUMENEP, (News Indonesia) – Kepala Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Madura, Jawa Timur, harus meringkuk dibalik jeruji besi penjara karena diduga melakukan korupsi program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahun 2017 hingga Rp157 juta lebih. Ia ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep sejak siang tadi, Senin (16/4/2018).

Penahanan dilakukan setelah penyidik merasa memiliki dua alat bukti yang cukup. “Dia ditahan di Rutan Sumenep selama 20 hari kedepan terhitung mulai hari ini,” kata Kasi Pidana Khusus Kejari Sumenep, Herpin Hadad dihadapan sejumlah media.

Harpin menyatakan, oknum kepala desa yang ditahan itu diduga melakukan tindak pidana korupsi Pungutan Liar (Pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahun 2017.

Adapun aksi memperkaya diri sendiri itu dilakukan tersangka dengan modus mengambil uang lebih dari pemohon PTSL diluar ketentuan biaya sebagaimana yang ditentukan pemerintah.

Baca Juga: Merasa Dipermainkan, Warga ‘Ngamuk’ di BPN Sumenep 

“Iya tersangka melakukan pungutan liar dari pemohon kisaran Rp157 juta,” jelasnya.

Sebentar lagi, kata Harpin, berkas kasus dugaan korupsi itu segera limpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya.

Tersangka, lanjut Herpin, telah melanggar Pasal 12 huruf e UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, subsider Pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Belum dipastikan kapan pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Namun, yang pasti sebelum masa penahanannya habis, berkas sudah dilimpahkan,” pungkasnya. (Sya/Jie)

Comment