ACEH TIMUR, (News Indonesia) — Seorang warga Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, mengaku kecewa setelah namanya tidak tercantum dalam daftar usulan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak banjir.
Muhammad Sufyan (50), pemilik pangkalan gas dan kios pengecer pupuk, menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja perangkat desa. Ia menyebut dirinya tidak masuk dalam data kerugian UMKM akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025, meskipun telah melengkapi dokumen yang diminta.
“Saya sangat menyayangkan situasi ini. Seluruh warga mengetahui bahwa Gampong Alue Ie Mirah adalah kawasan yang paling parah terdampak banjir. Di kios saya, air mencapai ketinggian 4 meter. Semua rumah dan tempat usaha tenggelam, sehingga mengalami kerugian yang sangat signifikan baik dari segi infrastruktur maupun ekonomi,” ujar Sufyan.
Ia menjelaskan, dokumen pendukung seperti foto kios, salinan Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) telah diserahkan kepada perangkat desa pada Maret 2026 sesuai permintaan.
Namun, saat memeriksa data di Kantor Camat Pante Bidari dan Dinas Koperasi dan UMKM Aceh Timur, dari total 50 UMKM yang terdaftar, namanya bersama Mizatul Hayat, pemilik kios kelontong, tidak tercantum.
“Anehnya, pada pendataan awal saya tercantum dalam urutan terakhir di antara 37 pelaku UMKM yang terdampak. Namun, dalam tahap perbaikan data, nama saya hilang, sementara jumlah pelaku UMKM justru bertambah menjadi 50 orang,” jelasnya.
Sufyan menilai terdapat kejanggalan dalam proses pendataan tersebut. Ia mengaku khawatir adanya kelalaian atau kemungkinan kesalahan dalam pengelolaan data.
“Saat pendataan awal saya ada, tetapi pada saat perbaikan nama saya justru hilang. Hal ini sangat mencurigakan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kerugian yang dialaminya akibat banjir cukup besar, yakni mencapai lebih dari Rp60 juta. Oleh karena itu, ia meminta adanya tanggung jawab dari pihak terkait atas tidak masuknya namanya dalam daftar penerima bantuan.
“Saya merasa sangat dirugikan akibat dugaan kelalaian yang menyebabkan nama saya hilang dari daftar pelaku UMKM. Saya mendesak pihak Dinas UMKM untuk melakukan verifikasi ulang terhadap data UMKM di desa kami, karena dinilai tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Alue Ie Mirah, Anwar, telah dikonfirmasi sejak Selasa (5/5/2026) terkait persoalan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Comment