oleh

Disdik Gelar Pameran Literasi Inovasi di Hari Guru Nasional 2019

SUMENEP, (News Indonesia) — Dalam rangka Hari Ulang Tahun PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional 2019, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar pemeran pendidikan dengan mengusung tema “Pameran Literasi Inovasi 2019” di area labeng mesem keraton Sumenep, Senin (2/12/2019) malam.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Bambang Irianto menyampaikan, pemerintah saat ini dalam pembangunan Nasional adalah meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia pintar.

“Ini sesuai dengan tujuan final sesuai yang diamanatkan dalam undang undang dasar 140. Salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan sumber daya tenaga pendidikan melalui guru Nasional,” terangnya.

Ia berharap, agar para guru lebih meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan modul pendidikan yang berada di ujung timur pulau Madura tersebut.

“Guru diharapkan lebih meningkatkan kompetensinya, guru harus keluar dari zona nyaman demi untuk peningkatan modul pendidikan di Sumenep, sehingga berada dalam taraf yang lebih tinggi dari sebelumnya,” harapnya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan pendidikan di Sumenep, pihaknya bekerjasama dengan Bank Jatim dengan meluncurkan kartu cerdas siswa.

“Dalam rangka mendukung upaya tersebut kami bekerja sama dengan bank jatim Sumenep untuk meluncurkan kartu cerdas dalam rangka memberikan pembelajaran tidak hanya kepada guru tapi juga kepada siswa sehingga murid terbiasa menabung,” jelasnya.

Pelaksanaan pameran inovasi pendidikan dalam rangka Hari Guru Nasional 2019 dengan peserta sebanyak 40 stand yang terdiri dari 10 stand SD, 10 stand SMP, 10 stand PGRI dan 10 stand BKKBN.

“Penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk terus bekerja sama mensukseskan program program dan inovasi untuk memajukan dan meningkat mutu pendidikan di Sumenep,” imbuhnya.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam sambutannya menjelaskan, salah satu penyakit dalam literasi adalah malasnya anak anak dalam hal membaca.

“Ini menjadi tantangan bersama sehingga budaya literasi ini menjadi penting dilakukan dengan pola pola inovasi yang mendorong anak anak kita mampu memiliki minat membaca yang baik. Ini tugas seorang guru bagaimana agar anak anak kita ke depan mampu memiliki minat membaca yang kuat,” terangnya.

Fauzi berharap, budaya literasi dijadikan kesederhanaan dalam sehari hari untuk anak didik agar lebis cerdas.

“Seperti yang diharapkan oleh Pemerintah pusat, ke depan bahwa visi misi Pemerintah pusat menjadikan SDM yang unggul,” tandasya. [imam/faid]

Loading...

Komentar

BERITA TERBARU