Pilkades PAW Dua Desa di Sumenep Akan Digelar Tahun Ini

Kabid Pemdes DPMD Sumenep, Supardi saat ditemui di ruang kerjanya.

SUMENEP, (News Indonesia) — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) dua desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan digelar tahun ini.

Dua desa itu adalah, Desa Campor Timur, Kecamatan Ambunten dan Desa Penanggungan, Kecamatan Guluk-guluk.

“Pembentukan panitia rata-rata sudah sejak awal Juli 2020 lalu. Bahkan secepatnya mungkin sudah posisi pendaftaran,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Supardi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2020) siang.

Pardi menambahkan, dari tahapan sampai ke pelaksanaan Pilkades PAW bisa memakan waktu sekitar 3 bulan apabila tidak ada calon yang mendaftarkan diri.

“Jika tidak ketemu calon satu atau kedua, maka maksimal sampai bulan Agustus atau September baru bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Pardi menegaskan, dua desa yang akan menggelar Pilkades PAW tersebut sudah disiapkan untuk menjaring dan mendapatkan bakal calon. Dengan rincian, minimal dua dan maksimal tiga.

“Kalau pun lebih dari tiga calon yang mendaftar maka akan dilakukan tes uji kepemimpinan seperti pada Pilkades serentak tahun lalu,” sebutnya.

Kendati demikian, proses pemilihan calok kepala desa tetap harus mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah. Sehingga, jumlah pemilih akan dibatasi dan disesuaikan antar dusun.

“Pilkades PAW itu sifatnya musyawarah, sehingga jumlah pemilihnya tidak banyak,” ungkapnya.

“Tergantung jumlah penduduk di desa itu berapa. Contoh lima orang kali berapa dusun, tapi belum tentu per-dusun juga lima orang,” imbuhnya.

Untuk menjaga kondusifitas, panitia juga diwajibkan untuk menghadirkan atau mengundang masyarakat dan beberapa tokoh.

“Barangkali bisa jadi ada yang agak krusial pada saat musyawarah dusun untuk menentukan peserta musyawarah desa (Musdes),” ucapnya.

Pardi berharap, pelaksanaan Pilkades PAW di dua desa tersebut sukses dan kondusif. “Mudah-mudahan Pilkades PAW di dua desa tersebut bisa berjalan dengan lancar, kalau ada hambatan ditingkat panitia untuk segera koordinasi dengan Camat, jika tidak selesai ditingkatan Camat, maka langsung ke tingkat Kabupaten,” simpulnya.

Sekadar informasi, Desa Campor Timur, dan Desa Penanggungan saat ini kosong kekuasaan. Sebab, kepala desanya meninggal dunia sebelum purna jabatan.

“Sebagaimana amanah dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 yang berbunyi, bagi kepala desa (kades) yang sisa jabatannya lebih dari satu tahun maka harus diselenggarakan PAW,” tandasnya. (*)

Loading...

Comment