PAMEKASAN, (News Indonesia) – Direktur CV Jawara Internasional Djaya, Marsuto Alfianto, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) di Gudang 3 PT Jawara Internasional Jaya, Selasa (24/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, perwakilan Dinas Sosial, Bank Jatim, Kepala Desa Badung, tokoh masyarakat, serta ratusan buruh penerima bantuan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengapresiasi langkah CV Jawara yang telah mengumpulkan para penerima BLT DBHCHT. Ia menyebut CV Jawara sebagai pembayar BPJS terbesar di Pamekasan dengan nilai Rp56,8 juta.
“Saya mengapresiasi langkah dari CV Jawara Internasional Jaya yang telah mengumpulkan penerima BLT hari ini. Ternyata CV Jawara adalah pembayar BPJS terbesar sebanyak Rp56,8 juta,” ujar Bupati.
Menurut Kholilurrahman, semakin banyak perusahaan yang membayar BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, maka target Universal Health Coverage (UHC) prioritas akan semakin dekat untuk terealisasi.
Ia juga meminta pemilik pabrik rokok lainnya meningkatkan kepatuhan dalam membayar cukai dan BPJS.
“Pemerintah semata-mata tidak bisa berjuang untuk UHC ini, harus ada kebersamaan,” tegasnya.
Apresiasi Program Sosial CV Jawara
Selain persoalan BPJS, Bupati juga mengapresiasi program sosial CV Jawara yang disebut telah memberangkatkan 27 orang untuk menjalankan ibadah umrah secara gratis bagi penghafal Al-Qur’an dan tokoh masyarakat tanpa ikatan apa pun.
Ia menyebut program tersebut sebagai sesuatu yang bernilai dan menjadi bentuk keikhlasan dari pihak perusahaan.
Menanggapi masih adanya pengusaha yang dinilai belum taat membayar cukai, Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah berkirim surat dan mengumpulkan para pengusaha agar lebih aktif memenuhi kewajiban pembayaran cukai dan BPJS.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Pamekasan banyak disumbang oleh pengusaha lokal.
“Peran pengusaha sangat-sangat penting untuk kesejahteraan pekerja. Orang-orang fakir miskin harus kita perhatikan, bukan hanya pemerintah tapi pengusaha juga,” katanya.
Bupati juga menyinggung rencana pendataan ulang ekonomi yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Pamekasan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, masih terdapat data yang dinilai tidak sesuai dalam pelaksanaan sensus ekonomi sebelumnya. Data hasil pendataan ulang tersebut nantinya akan dikirimkan ke pemerintah pusat untuk perbaikan.
Kholilurrahman juga berpesan kepada para buruh penerima BLT agar bersyukur dan memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal.
537 Buruh Terima BLT Rp600 Ribu
Sementara itu, Direktur CV Jawara Internasional Djaya, Marsuto Alfianto, menjelaskan bahwa BLT yang disalurkan merupakan bagian dari BLT DBHCHT bagi buruh. Ia menyebut perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran cukai, pajak, PPN Hasil Tembakau, serta BPJS.
Setiap buruh menerima Rp600 ribu pada tahap penyaluran kali ini dari total Rp1,2 juta sesuai ketentuan pemerintah. Sisa bantuan sebesar Rp600 ribu akan disalurkan kembali pada November atau Desember mendatang.
Marsuto menjelaskan, penyaluran tahap pertama tersebut mundur dari jadwal yang sebelumnya direncanakan pada Februari-Maret karena APBD baru ditetapkan.
Terkait kriteria penerima, Marsuto menegaskan tidak ada persyaratan mengenai lama bekerja. Menurut dia, penerima harus bekerja secara terus-menerus selama satu tahun tanpa putus dan pembayaran BPJS Ketenagakerjaannya dilakukan oleh perusahaan.
“Yang penting kerja di CV Jawara dan kita bayarkan BPJS-nya. Banyak perusahaan sudah nebus pita cukai tapi tidak bayar BPJS, sehingga BLT-nya tidak dapat,” jelasnya.
Dari total lebih dari 700 buruh, sebanyak 537 orang menerima BLT pada penyaluran kali ini. Sementara pekerja lainnya belum menerima bantuan karena baru bekerja sekitar tiga bulan, sedangkan data penerima mengacu pada pendataan tahun 2025.
Marsuto berharap jumlah penerima bantuan dapat terus bertambah seiring dengan pertumbuhan jumlah pekerja di perusahaan. Ia menyebut jumlah buruh Jawara meningkat sekitar 350 persen, dari sebelumnya 177 orang menjadi 537 orang.
Terkait keberlangsungan usaha di tengah kondisi sejumlah pabrik rokok kecil yang mengalami penurunan atau berhenti beroperasi, Marsuto menyebut kolaborasi antara pekerja dan pengusaha sebagai salah satu faktor yang dijalankan perusahaan.
“Rahasia Jawara tetap bertahan di tengah banyak pabrik rokok kecil tumbang adalah kolaborasi antara pekerja dengan pengusaha berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Comment