PAMEKASAN, (News Indonesia) – Kodim 0826/Pamekasan menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di Dusun Peninggian, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Program tersebut mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
Pelaksanaan TMMD ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan warga. Di wilayah Kodam V/Brawijaya, TMMD ke-130 dilaksanakan di sejumlah daerah, di antaranya Ngawi, Jombang, Malang, dan Pamekasan.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, S.H., M.Si.; Kasiter Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Andi Tirtawansyah, S.Ip., yang mewakili Danrem; Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, S.H., M.Han.; Kapolres Pamekasan; Kepala Kejaksaan Negeri; Ketua DPRD; Sekretaris Daerah; jajaran organisasi perangkat daerah (OPD); Forkopimcam Pademawu; Kepala Desa Jarin H. Mohammad Zuhri; Pengasuh Lembaga Pendidikan Nurul Hasan KH. Said Busri Fadoli; serta tokoh masyarakat dan warga Dusun Peninggian.
Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko menjelaskan, Desa Jarin dipilih sebagai lokasi pelaksanaan TMMD karena belum pernah menjadi sasaran program tersebut. Selain itu, kondisi infrastrukturnya dinilai masih membutuhkan perhatian dan pembangunan.
“Yang pertama karena Desa Jarin ini memang belum pernah tersentuh program TMMD. Desa ini cukup kami lihat tertinggal sehingga memang butuh sentuhan TMMD. Jadi TMMD ini bukan cuma milik TNI, TMMD ini milik seluruh lapisan masyarakat. Jadi masyarakat bisa ikut membantu semuanya bergotong-royong, desa ini milik bersama,” jelasnya.
Sasar Infrastruktur hingga Pemberdayaan Masyarakat
Dandim memaparkan, sasaran fisik TMMD ke-130 meliputi pembangunan jalan baru dan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 450 meter dengan lebar 3 meter di Dusun Barat. Selain itu, pengaspalan jalan akan dilakukan di tiga titik, yakni Dusun Mor Soksok, Dusun Barat, dan Dusun Kotalon, dengan total panjang 1.500 meter.
Program tersebut juga mencakup pembangunan saluran air di tiga titik dengan total panjang 400 meter, satu unit mandi, cuci, kakus (MCK), serta satu unit box culvert.
Adapun sasaran tambahan meliputi pembangunan dua titik sumur bor, masing-masing di Dusun Kotalon yang mencakup 35 kepala keluarga (KK) atau 145 jiwa, serta Dusun Koberu yang mencakup 25 KK atau 115 jiwa. Selain itu, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) ditargetkan sebanyak 10 unit.
Untuk sasaran nonfisik, TMMD akan melaksanakan 10 kegiatan penyuluhan. Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) berupa penanaman 500 pohon trembesi juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Kodim 0826/Pamekasan menerjunkan 150 personel gabungan yang berasal dari Kodim, Yonif TP, Bintal Korem, tim konsultan teknis, Zipur, Kesdam, Polres, dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan sebagai penyuluh.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya Linmas, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN), Karang Taruna, santri, dan Pramuka. Berdasarkan data yang disampaikan, progres pekerjaan pra-TMMD untuk pembangunan TPT telah mencapai 27 persen.
Dandim mengatakan, keterlibatan warga dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan positif. Personel Satgas TMMD juga direncanakan tinggal di rumah warga selama satu bulan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Antusiasme cukup tinggi, masyarakat sangat antusias untuk membantu. Kita bekerja, tiba-tiba mereka datang, ‘Ayo Pak, kita bantu’. Nanti personel Satgas juga akan tinggal di rumah warga selama sebulan, sehingga TNI lebih dekat dengan masyarakat. Masyarakat tidak perlu takut kepada TNI,” pungkasnya.
Pemkab Pamekasan Siapkan Hibah Rp2 Miliar
Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menegaskan dukungan pemerintah kabupaten terhadap pelaksanaan TMMD, baik melalui pemikiran maupun dukungan anggaran. Pemkab Pamekasan, kata dia, menyediakan anggaran hibah sebesar Rp2 miliar untuk mendukung program tersebut.
“Dukungan kami terhadap pelaksanaan TMMD dari sisi pemikiran sudah bersama-sama berjalan. Kemudian dari sisi anggaran, alhamdulillah seperti tahun sebelumnya kita sediakan anggaran 2 miliar dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan,” ungkap Bupati.
Menurut Kholilurrahman, pelaksanaan TMMD memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pembangunan yang melibatkan semangat gotong royong. Ia mencontohkan kegiatan pembangunan di wilayah Tlanakan pada tahun sebelumnya, yang menurutnya membantu masyarakat karena warga turut berpartisipasi tanpa menerima bayaran.
“Sangat terasa sekali, terbukti dengan adanya pembangunan di wilayah Tlanakan pada tahun lalu itu masyarakat sangat terbantu. Karena mereka bekerja tanpa bayaran. Sehingga anggaran yang hanya sekian akan menghasilkan nanti jauh lebih besar daripada anggarannya. Enggak ada yang bayaran, enggak ada. Masyarakat kalaupun membantu, membantu dengan gratis, membuktikan darma bakti kita kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Terkait sasaran TMMD di Desa Jarin, Bupati kembali menyebut pembangunan 10 unit Rutilahu, dua sumur bor, pengaspalan jalan, serta kegiatan nonfisik berupa pelatihan-pelatihan.
Ia juga berharap pelaksanaan TMMD ditutup dengan kegiatan malam kebersamaan atau sayonara. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mempererat kedekatan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.
Melalui TMMD ke-130, pembangunan infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan di Desa Jarin diharapkan dapat mendukung kebutuhan warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Comment