Bupati Kholilurrahman Buka MTQ XXXII Pamekasan, Tekankan Al-Qur’an Bukan Sekadar Lomba

Foto: Bupati Kholilurrahman saat membuka secara resmi MTQ ke-XXXII Kabupaten Pamekasan yang digelar di area Arek Lancor, Selasa (23/9/2026).

PAMEKASAN, (News Indonesia) Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menekankan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan keindahan suara atau kemampuan membaca Al-Qur’an.

Hal itu disampaikan Bupati Kholilurrahman saat membuka secara resmi MTQ ke-XXXII Kabupaten Pamekasan yang digelar di area Arek Lancor, Selasa (23/9/2026).

Kegiatan tahunan tersebut mengangkat tema “MTQ sebagai Momentum Membumikan Al-Qur’an dan Mewujudkan Generasi Pamekasan yang Qur’ani.”

Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), pimpinan pondok pesantren, dewan hakim, serta para peserta MTQ.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Pamekasan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Kapolres Pamekasan, serta Dandim 0826 Pamekasan yang diwakili.

Dalam sambutannya, Bupati Kholilurrahman mengatakan Al-Qur’an memiliki tempat istimewa dalam kehidupan umat Muslim. Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman dalam beribadah, tetapi juga menjadi sumber nilai, akhlak, serta tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Al-Qur’an itu secara keseluruhan merupakan akhlak dari Rasulullah SAW. Ketika kita mengadakan kegiatan apapun terkait Al-Qur’an, maka di situ terkandung nilai positif yang akan membawa kita pada kemajuan hakiki yaitu baldatun toyyibatun warabbun ghafur,” ujarnya.

Menurut Kholilurrahman, pelaksanaan MTQ perlu dimaknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda, kepada nilai-nilai Al-Qur’ani di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Ia menilai penguatan nilai-nilai Al-Qur’ani penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan prestasi, tetapi juga memiliki akhlak serta kepedulian sosial.

“Saya yakin dekadensi dan perubahan negatif saat ini tidak akan bisa diatasi kecuali dengan kembali kepada nilai-nilai Al-Qur’ani. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tapi juga berakhlak mulia, teguh iman dan peduli sesama,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan MTQ XXXII tersebut, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada aspek perlombaan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda di Kabupaten Pamekasan.

Comment