JAKARTA, (News Indonesia) – Industri modest fashion Indonesia kembali menghadirkan inovasi melalui perhelatan bertajuk “The Muses: Modesty in The Spotlight” yang diselenggarakan oleh Arinna Premium Hijab di InterContinental Jakarta Pondok Indah, Jumat (1/5/2026).
Acara ini menampilkan interpretasi baru busana muslim yang tidak hanya mengedepankan kesopanan, tetapi juga karakter kuat dan kesan berkelas. Panggung peragaan dirancang megah dengan menampilkan koleksi yang menonjolkan detail, siluet anggun, serta nuansa premium.
Berbeda dari peragaan busana pada umumnya, konsep yang diusung mengedepankan pendekatan artistik. Setiap tampilan dirancang membawa narasi tersendiri dengan memadukan estetika modern dan identitas perempuan muslim masa kini.
Owner Arinna Premium Hijab, Hj. Arinna Hidayah, turut tampil bersama sejumlah figur publik yang menjadi muse dalam koleksi tersebut, di antaranya Adelia Pasha, Cut Meyriska, Arumi Bachsin, dan Mila DA7.
Kehadiran para muse tersebut memperkuat pesan bahwa modest fashion telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang dinamis. Busana tidak lagi hanya memenuhi aspek kesopanan, tetapi juga menjadi sarana ekspresi diri.
Mengusung tagline “Surprise is on the runway”, setiap segmen peragaan menghadirkan elemen visual yang variatif, mulai dari permainan pencahayaan, koreografi model, hingga pemilihan warna koleksi yang dirancang untuk memberikan pengalaman estetika bagi para penonton.
Arinna Premium Hijab juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam industri fesyen. Brand asal Sumenep tersebut menempatkan kualitas, kenyamanan, dan nilai estetika sebagai fondasi utama dalam setiap produknya.
Di tengah perkembangan industri fashion global, langkah ini dinilai menunjukkan bahwa modest fashion Indonesia memiliki daya saing dan mampu tampil di panggung yang lebih luas.
“Melalui The Muses, kami ingin menghadirkan perspektif baru bahwa modest fashion bisa tampil elegan, modern, dan tetap berakar pada nilai. Ini adalah ruang bagi perempuan untuk merasa percaya diri dengan identitasnya,” ujar Hj. Arinna Hidayah.
Comment