oleh

Pria di Sumenep Babak Belur, Gegara Perkosa Istri Orang

SUMENEP, (News Indonesia) — Adruna (40), warga Dusun Bennu, Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan hal nekad, ia memperkosa putri (bukan nama sebenarnya) di sebuah tegalan.

Tragisnya, perempuan yang ia paksa untuk melayani nafsu bejatnya, merupakan istri orang yang masih satu desa, hanya beda dusun.

“Korban mengaku diancam akan dibunuh bila tidak melayani nafsu bejat pelaku,” terang, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, dalam keterangan tertulisnya. Minggu (8/9/2019).

Berdasarkan penuturan putri, ia dihubungi via telepon oleh pelaku agar menemui di lahan kosong. Korban sempat menolak. Namun karena bernada ancaman akan dibunuh, korban menuruti kemauan pelaku.

“Sekitar 30 menit jalan kaki ke arah barat dari rumahnya, benar pelaku sudah menunggu korban sambil memegang celurit di tangan kanannya,” imbuhnya.

Aksi bejat pelaku tidak langsung dilancarkan. Korban diajak berjalan kaki sekitar 500 meter dari pertemuan pertama. Rupanya pelaku memilih lahan kosong di Dusun Bennu Desa Bullaan untuk melampiaskan nafsu birahinya.

“Tangan korban dipegang dan disekap. Korban melakukan perlawanan dengan cara meronta. Namun korban kalah tenaga,” beber AKP Widi.

Sambil memegang celurit di tangan kanan dan menyekap mulut korban terjadilah aksi pemerkosaan yang berlangsung selama 5 menit.

Usai melancarkan aksi bejatnya, pelaku dengan santai berdiri dan seperti tidak punya salah. Korban juga berdiri sambil mencari celana dalamnya yang dibuka oleh pelaku.

“Korban langsung bergegas pulang dan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada suami,” jelasnya.

Saat mendapat laporan dari istrinya tentang kejadian yang dialami, MH (30) suami putri, berusaha menghubungi keluarga besarnya dan melaporkan pada kepala dusun setempat.

Pencarian terhadap pelaku dilakukan. Namun tidak ada di rumahnya. Tidak berselang lama ada kabar bahwa pelaku ada di rumah temannya yang masih satu desa.

“Pelaku dijemput oleh keluarga besar korban dan dibawa ke rumah kepala Dusun Manjingan, Desa Bullaan. Saat diintrogasi oleh aparat desa setempat pelaku tidak mengakui perbuatannya,” imbuhnya.

Massa yang sudah berkumpul mulai emosi dan naik pitam karena pelaku berkelit. Pelaku sempat mendapat hadiah bogem mentah hingga terluka.

“Pelaku mengalami luka robek di bagian kepala, lukanya kurang lebih lima sentimeter. Saat ini, pelaku dirawat di RSUD Moh Anwar Sumenep,” terangnya.

Beruntung, sekitar pukul 20.00 WIB, Sabtu (7/9/2019) anggota Polsek Batuputih yang dipimpin Kapolsek Iptu Sunarto segera datang ke lokasi kejadian.

Massa diminta agar tidak main hakim sendiri. Pelaku yang mengalami luka robek dibawa ke rumah sakit. “Kami masih menunggu laporan resmi dari pihak korban,” pungkas AKP Widi. [kid/faid]

Komentar

BERITA TERBARU