oleh

Mohammad Saleh Kembali Pimpin Desa Lobuk, Ini Kisah Suksesnya

SUMENEP, (News Indonesia) — Setelah dilantik Bupati Sumenep, A. Busyro Karim. Rabu (15 Februari 2017) silam, bersama 27 kepala desa lain hasil Pergantian Antar Waktu (PAW). Mohammad Saleh memantapkan diri untuk mengabdikan dirinya menjadi pelayan masyarakat Lobuk.

Tutur sapa yang santun, penampilan ala kadarnya, tidak ada sekat di tengah masyarakat, menjadi ciri khas gaya memimpin suami Yusmiati di Desa dengan penduduk lebih dari 3 ribu jiwa ini.

Tak pelak, untuk meraup 2.525 suara di Pilkades serentak bersama 174 desa daratan se Kabupaten Sumenep, Kamis (7/11/2019) hari ini, sangat mudah ia peroleh.

Selain sudah dipercaya oleh masyarakat dalam membangun desa Lobuk selama menjadi PAW Kades, Mohammad Saleh dianggap sangat layak meneruskan pembangunan 6 tahun ke depan, tensi politik Desa Lobuk hari ini pun jauh dari pemandangan mencekam seperti beberapa desa lainnya.

Menurut Saleh, pembangunan desa yang tangah digencarkan oleh pemerintah pusat melalui kucuran dana melimpah ke setiap desa. Harus dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat.

“Sebelum melakukan pembangunan secara fisik, saya lebih dalu perlu membangun kesadaran masyarakat agar merasa memiliki dan ikut berperan dalam pembangunan desa. Karena tidak mungkin memajukan desa seorang diri,” tuturnya, kepada media ini.

Baginya, peran masyarakat sangat penting. Perlu ada sinergi dan rasa memiliki. Bukan semata-mata sekadar memiliki, melainkan ikut serta membangun dan menjaga desa.

“Alhamdulillah, masyarakat kembali mempercayai saya untuk menjadi pelayannya. Ini amanah yang harus saya junjung tinggi,” sebutnya.

Kades muda lulusan strata 2 ini yakin,
kedepan Desa Lobuk bakal jadi Desa percontohan untuk Desa lain. “Kami siap membangun desa, agar nantinya bisa menjadi desa percontohan di Sumenep,” sambungnya.

Kendati demikian, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Desanya, Kades visioner yang dikenal akrab dengan seluruh kalangan ini berpendapat, tidak cukup membangun desanya hanya dengan mengandalkan DD dan ADD semata.

Menurutnya, Desa Lobuk dengan penduduk lebih dari 3 ribu jiwa terlalu luas untuk dijangkau jika hanya mengandalkan DD dan ADD.

“Banyak program di luar DD-ADD, ini yang akan kami manfaatkan bersama masyarakat Lobuk menuju masyarakat kearah yang lebih positif. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, melainkan juga untuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas perangkat desa,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemilihan Kepala Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, Kamis (7/11/2019) diikuti tiga pasang calon. Nomor urut 1 atas nama Mukram, memperoleh 96 suara. Calon nomor 2 atas nama Ahyar dengan total perolehan suara dari 4 dusun 109, sementara Mohammad Saleh sebagai petahana berhasil meraup suara terbanyak dengan total 2.525 dukungan. [jie/agira]

Komentar

BERITA TERBARU