Rektor IAIN Madura Minta Oknum Polisi Represif pada Aktivis PMII Ditindak Tegas

Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim. (Foto: Istimewa)

PAMEKASAN, (News Indonesia) — Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim menyayangkan tindakan represif aparat kepolisian saat mengamankan aksi demonstrasi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di kantor Bupati Pamekasan, Kamis (25/06) kemarin.

Sebagai pengayom, seharusnya petugas memberikan rasa aman dan kenyamanan pada seluruh elemen masyarakat, tak terkecuali pada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi melalui aksi turun jalan.

“Saya menyayangkan tindakan represif aparat di aksi PMII dalam menolak tambang liar. Sebagai aparat, mestinya mengayomi, bukan bertindak kasar,” katanya, Jumat (26/06).

Orang nomor satu di IAIN Madura itu meminta agar oknum polisi yang diduga melakukan tindakan represif diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika tidak, ia yakin nantinya akan menimbulkan konflik baru.

“Saya berharap agar pelaku diproses hukum secara objektif agar tindakan seperti ini tidak terulang kembali,” imbuh Kosim.

Baca Juga: Demo PMII Pamekasan Ricuh, Satu Massa Aksi Dilarikan ke Rumah Sakit 

Secara pribadi, Kosim mendukung aksi yang dilakukan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, mahasiswa memang memiliki fungsi kontrol terhadap setiap kebijakan pemerintah.

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang dilakukan Aktivis PMII Pamekasan untuk menolak galian C atau tambang ilegal di wilayah Pamekasan berujung ricuh. Bentrokan terjadi antara mahasiswa dengan pihak keamanan.

Akibat bentrokan ini, tiga orang mahasiswa menjadi korban sehingga harus dilarikan ke rumah sakir. Satu orang mengalami luka di bagian kepala diduga akibat terkena pukulan oknum anggota polisi sehingga harus dijahit, sementara dua orang lainnya mengalami memar.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari tidak menampik adanya gesekan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian saat aksi tersebut. Bentrokan itu, lantaran mahasiswa berusaha masuk ke Mandhapa Agung Ronggosukowati untuk menemui Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Atas kejadian itu, pihaknya memastikan akan memeriksa oknum anggotanya yang diduga melakukan tindakan pemukulan itu. Bahkan oknum tersebut sudah teridentifikasi.

“Tadi memang sempat terjadi gesekan, namun kami akan memeriksa anggota kami sebagaimana mestinya,” ujarnya. (*)

Loading...

Comment