Sempurnakan RPJMD, Pemkab Jember Gelar Forum Konsultasi Publik

Foto: Pemkab Jember Menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2021-2026.

JEMBER,  (News Indonesia) – Bupati Hendy memimpin Forum Konsultasi Publik dalam agenda menyempurnakan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 dengan menerima masukan dan saran dari publik.

Dalam forum yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha itu, Kepala Bappeda Hadi Mulyono menyampaikan tujuan dan harapan dari dilaksanakannya kegiatan ini agar mendapatkan masukan dan saran penyempurnaan dokumen awal RPJMD dari seluruh perangkat daerah, seluruh pemangku kepentingan, dan seluruh mitra pembangunan serta untuk menyamakan persepsi untuk membangun Kabupaten Jember.

“RPJMD diharapakan benar-benar menjadi implementasi visi, misi, dan program bupati dan wakil bupati lima tahun kedepan,” ujarnya.

Bupati Hendy memaparkan berbagai hal terkait RPJMD Kabupaten Jember untuk lima tahun ke depan, maupun terkait rencana pembangunan sesuai dengan visi dan misinya.

“RPJMD kabupaten Jember harus selaras dengan RPJMN dan RPJMD Provinsi Jawa Timur serta berpedoman pada Perda RTRW dan Perda RPJPD Jember,” terang Bupati Hendy Siswanto.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan delapan permasalahan daerah yang harus diselesaikan bersama dengan semangat sinergi, kolaborasi dan akselerasi.

Pertama yakni soal pandemi Covid-19 juga masih belum selesai dan terdapat varian-varian baru dari Covid-19. Kedua, pertumbuhan ekonomi terkontaksi sangat dalam dimana tingkat pertumbuhan ekonomi Jember tercatat -2,98%.

Sedangkan ketiga, angka pengangguran dan kemiskinan berdasarkan data BPS di Jember meningkat sebanyak 19 ribu. Keempat, Jumlah penduduk miskin berdasarkan data BPS Jember juga turut bertambah sebanyak 21 ribu penduduk. Kelima, ketimpangan pendapatan antara masyarakat yang kaya dan masyarakat yang miskin diukur dengan Indeks Gini masuk dalam kategori sedang.

Keenam, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Jember masih lebih rendah dibandingkan dengan Jawa Timur. Ketujuh, soal tingginya AKI dan AKB atau angka kematian ibu dan bayi, dan prelevansi stunting di Kabupaten Jember. Terakhir, kesiapsiagaan terhadap bencana alam dan non alam di Kabupaten Jember.

Lebih lanjut Bupati Hendy mengatakan, sudah saatnya Jember bangkit dari ketertinggalan selama beberapa tahun ini dari kabupaten tetangganya.

“Sudah saatnya kita harus mengejar ketertinggalan dari daerah lainnya dan mengharumkan nama Kabupaten Jember melaluinya kontribusi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya. (*)

Comment