Bertemu Masyarakat Kepanjen, Bupati Hendy Bahas Izin Tambak dan Inventarisasi Pesisir

Foto: Bupati Jember, Hendy Siswanto.

JEMBER, (News Indonesia) – Bupati Jember, Hendy Siswanto dan wakilnya KH. MB. Firjaun Barlaman bertemu dengan Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen yang kebanyakan dikenal sebagai nelayan di pesisir selatan Jember.

Dalam pertemuan itu, berbagai keluhan disampaikan perwakilan warga terkait aktivitas tambak udang vaname di sepanjang pesisir pantai Kepanjen Gumukmas. Keluhannya yakni limbah yang dihasilkan dari tambak tersebut berdampak pada rusaknya tanaman pertanian warga, dan uap merusak lingkungan warga.

Belum lagi juga terdapat limbah yang dibuang langsung ke laut mengakibatkan rusaknya ekosistem biota laut yang merugikan para nelayan.

“Lahan rusak, tanam cabe, kates (pepaya) dan semangka itu ndak bisa. Karena kena uap dari kincir itu,” ungkap perwakilan warga, Setyo Ramires.

Menanggapi berbagai keluhan warganya, Bupati Hendy Siswanto akan menilik status perijinan usahanya terlebih dahulu.

“Apakah memang legal atau illegal, tentunya dari ijin ini akan terlihat, ijin itu berkaitan dengan segala aturan aktivitas tambak, termasuk bagaimana pengelolaan limbahnya, jika memang tidak beres ijinnya kami bisa bertindak,” ujar Bupati.

Bupati Hendy menyampaikan selama 6 bulan ini, pihaknya tidak mengeluarkan izin apapun terkait tambak.

Bupati Hendy menegaskan, pihaknya sedang melakukakn inventarisasi tanah pesisir dimana untuk diambil hak kelolanya dimana 100 meter dari bibir pantai itu milik pemerintah daerah.

“Termasuk tambak juga, jika tidak punya dasar hukumnya, tidak punya ijin maka akan kami tertibkan,” sambungnya.

Dengan pengelolaan oleh pihak Pemkab Jember, maka Bupati Hendy dapat memaksimalkan potensi tersebut untuk pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember. Kemudian PAD tersebut bisa disalurkan kembali untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi angka kemiskinan.

“Sektor kelautan potensinya luar biasa, ini akan memaksimalkan PAD kita dan kami kembalikan kepada warga Jember, caranya bagaimana ya Pemkab Jember harus menguasai dulu kawasan tersebut untuk kemudian dikelola,” tandasnya. (*)

Comment