SUMENEP, (News Indonesia) – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan fasilitas pembiayaan dengan mengutamakan kebutuhan yang bersifat produktif maupun mendesak, bukan semata-mata untuk memenuhi gaya hidup atau gengsi.
Edukasi tersebut disampaikan melalui kampanye literasi keuangan sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), Hairil Fajar, mengatakan keputusan untuk mengajukan pembiayaan atau berutang perlu didasarkan pada kebutuhan yang telah dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan beban keuangan di masa mendatang.
“Berutang bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi harus dilakukan secara bijak dan sesuai kebutuhan. Pembiayaan akan memberikan manfaat apabila digunakan untuk hal-hal yang produktif maupun kebutuhan yang benar-benar penting,” ujar Hairil Fajar, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, pembiayaan dapat menjadi solusi bagi masyarakat apabila dimanfaatkan untuk kebutuhan yang memiliki nilai manfaat, seperti biaya pendidikan, biaya kesehatan, modal usaha, maupun kebutuhan mendesak yang telah direncanakan dengan baik.
Sebaliknya, Hairil mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan utang sebagai sarana memenuhi keinginan konsumtif yang tidak mendesak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari kebiasaan berutang hanya demi mengikuti tren, membeli barang yang sebenarnya belum dibutuhkan, berbelanja secara berlebihan, ataupun untuk kebutuhan yang hanya bertujuan menjaga gengsi,” katanya.
Ia menambahkan, sebelum mengajukan pembiayaan, masyarakat perlu mengevaluasi tujuan penggunaan dana serta kemampuan membayar angsuran agar kondisi keuangan tetap sehat dan terjaga.
“Sebelum memutuskan berutang, tanyakan pada diri sendiri apakah pembiayaan tersebut benar-benar untuk kebutuhan atau hanya sekadar ingin terlihat memiliki. Keputusan yang tepat akan menciptakan ketenangan finansial di masa depan,” jelasnya.
Melalui kampanye literasi keuangan tersebut, PT BPRS Bhakti Sumekar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengelola pembiayaan secara bertanggung jawab sehingga utang dapat menjadi instrumen yang mendukung peningkatan kesejahteraan, bukan sebaliknya menjadi beban keuangan.
Comment