Kwarcab Pramuka Sumenep Sebut Kursus Pembina Pramuka Dasar Inisiasi KEI Pertama di Indonesia

Foto: Pembukaan kegiatan KMD di Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, (News Indonesia) — Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep menyatakan bahwa kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang diprakarsai SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) melalui program peningkatan kompetensi guru honorer disebut sebagai yang pertama dilaksanakan oleh perusahaan migas di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Kwarcab Pramuka Sumenep, Muhammad Romli, saat membuka kegiatan KMD di Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Kegiatan itu melibatkan guru pembina pramuka dari sekolah negeri dan swasta di wilayah operasi dan berlangsung selama lima hari bekerja sama dengan Kwarcab Sumenep.

“Baru kali ini di Indonesia ada perusahaan migas melaksanakan kursus pramuka tingkat dasar,” kata Romli.

Ia menjelaskan, pada tahap persiapan kegiatan, pihak Kwarcab sempat mengalami keraguan karena belum memiliki pengalaman menyelenggarakan program serupa. Namun setelah menelaah rekam jejak KEI dalam peningkatan kompetensi guru, pihaknya menilai pelaksanaan KMD sebagai bagian dari program tersebut merupakan langkah yang tepat.

Romli berharap kegiatan itu dapat berlanjut ke jenjang berikutnya melalui Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) guna meningkatkan kompetensi kepramukaan di wilayah kepulauan. Ia juga menyampaikan komitmen Kwarcab untuk melanjutkan kolaborasi dengan mengakomodasi peserta KMD agar dapat terbentuk Kwartir Ranting (Kwarran) di Kecamatan Sapeken.

Dalam kesempatan itu, Romli turut mengajak para guru mendoakan keberlangsungan aktivitas KEI di wilayah kepulauan agar manfaat yang dirasakan para pendidik dapat terus berlanjut.

“Saya mewakili Ketua Kwarcab Sumenep mengucapkan terima kasih kepada KEI yang telah memfasilitasi kami bertemu dengan Pramuka di Kepulauan Sapeken untuk melaksanakan KMD,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Sumenep, Mulyadi, yang turut menyaksikan kegiatan di Pagerungan Besar, menilai kontribusi KEI terhadap guru non-ASN bukan hal baru. Ia menyebut perusahaan tersebut telah beberapa kali berkontribusi dalam peningkatan kompetensi guru dengan melibatkan pemerintah Kabupaten Sumenep dan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur.

“Atas nama Dewan Pendidikan Sumenep kami berterima kasih kepada KEI karena untuk kesekian kalinya berkontribusi terhadap dunia pendidikan, khususnya peningkatan kompetensi guru,” kata Mulyadi.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut karena dinilai masih sangat dibutuhkan oleh guru yang belum sepenuhnya terjangkau program pemerintah. Mulyadi juga berpesan agar peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan dalam kegiatan pendidikan di sekolah.

Salah satu peserta KMD, Antika Sofiya Dewa dari Gugus Depan SDN Pagerungan 2, menyampaikan apresiasi kepada Kwarcab Sumenep dan SKK Migas–KEI atas fasilitasi kegiatan tersebut.

“Kami mengikuti KMD selama lima hari dan mendapatkan banyak ilmu dalam latihan. Kami akan menerapkannya kepada adik-adik di gudep masing-masing. Terima kasih telah menyediakan KMD ini,” ujarnya.

Comment