oleh

Kala Bupati Sumenep Bicara Ancaman Berat Trans Ideologi di Era Digital

SUMENEP, (News Indonesia) — Pada momentum syukuran memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di depan Mesjid Jamik, Jumat (16/08/2019) malam, Bupati Sumenep menyerukan tantangan bangsa tentang perang ideologi di era digital.

Menurutnya, masyarakat harus merawat nasionalisme untuk mengantisipasi perang ideologi yang menyebabkan perpecahan dan kehancuran bangsa.

“Di era digital, masyarakat tantangannya semakin pesat terutama trans ideologi yang begitu mudah diakses, sehingga perlu menanamkan rasa cinta tanah air agar tidak terpengaruh paham radikalisme,” terang Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, dalam sambutannya.

Orang nomor satu di ujung timur pulau Madura ini menyatakan, mewaspadai trans ideologi agar tidak terjadi perpecahan dan permusuhan di tengah masyarakat, yang menyebabkan merusak rasa persatuan dan kesatuan.

Karena, apabila telah terjadi perpecahan di tengah tengah masyarakat tentunya dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sejarah kerajaan Majapahit hanya berkuasa selama 709 tahun, kerajaan itu runtuh karena terjadinya perpecahan di internal. Untuk itu, masyarakat harus belajar dari sejarah Majapahit untuk menghindari terjadinya perpecahan di Indonesia agar tetap jaya,” tutur Bupati dua periode ini.

Politisi senior PKB ini mengungkapkan, syukuran peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur, bahwa kemerdekaan itu benar benar hasil perjuangan pahlawan kusuma bangsa, untuk membebaskan bangsa dari tangan-tangan penjajah.

“Kemerdekaan merupakan hasil perjuangan para pahlawan, masyarakat masa lalu, berkat rahmat Allah, saat Indonesia merdeka harus disyukuri, setidaknya generasi bangsa bisa belajar dari masa lalu,” pungkasnya. [rud/jie]

Komentar

BERITA TERBARU