Bupati Fauzi Beri Apresiasi, Kiai dan Ulama’ di Sumenep Bantu Pemerintah Percepat Vaksinasi

Foto: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat bersilaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes). Sabtu (18/09/2021).

SUMENEP, (News Indonesia) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyampaikan terima kasih kepada para kiai dan ulama yang telah mendukung program vaksinasi COVID-19.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat bersilaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Rubaru, menyampaikan, peran serta kiai dan ulama, dinilai sangat penting untuk menyukseskan program vaksinasi di daerah.

“Kiai dan ulama mempunyai pengaruh yang besar untuk mendukung program vaksinasi, karena sebagai panutan masyarakat. Apalagi kiai dan ulama yang telah divaksin, tentu saja memberikan kepercayaan kepada masyarakat kalau vaksin COVID-19 halal dan aman,” kata Bupati, Sabtu (18/09/2021).

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini berharap, para kiai dan ulama terus berperan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin COVID-19.

Karena saat ini, masyarakat masih banyak masyarakat yang percaya info atau konten hoax yang membuat dirinya takut untuk divaksin.

“Saya yakin manakala para kiai dan ulama memberikan pengertian kepada masyarakat, dampaknya mereka yang memenuhi syarat tidak takut divaksin,” imbuh Suami Nia Kurnia ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep ini mengungkapkan, dengan keterlibatan kiai dan ulama mendukung program vaksin, bisa meningkatkan pencapaian vaksinasi di Kabupaten Sumenep, sehingga berdampak positif untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok) masyarakat.

“Yang jelas, pemerintah memprogramkan vaksinasi ini, sebagai ikhtiar untuk memutus rantai penularan COVID-19, agar kesehatan masyarakat pulih dan ekonomi kembali bangkit,” pungkasnya.

Bupati Achmad Fauzi saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Raudlah Desa Rajun Kecamatan Pasongsongan menyaksikan pelaksanaan vaksinasi, sekaligus mendampingi pengasuh pondok pesantren divaksin. (*)

Comment