Sempat Kabur Saat Penggerebekan, Dua Bandar Sabu asal Madura Ditangkap di Jawa Tengah

Foto : Kapolres Sampang saat menggelar konferensi pers ungkap kasus Narkoba di halaman Mapolres Sampang.

Foto : Kapolres Sampang saat menggelar konferensi pers ungkap kasus Narkoba di halaman Mapolres Sampang.

SAMPANG, (News Indonesia) – Satuan Reserse Narkoba Polres Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali menangkap bandar narkoba di daerah pantura tepatnya di Kecamatan Banyuates dengan total barang bukti sebanyak 1,1 kilogram jenis sabu-sabu.

Berawal dari laporan masyarakat terkait peredaran barang harap tersebut anggota Polsek Sokobanah Polres Sampang, melakukan penyelidikan dan pengerebekan, alhasil pada hari Jumat (29/01/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Salah satu rumah tepatnya di Dusun Panjalin, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, menjadi target Operasi penggeledahan terkait barang haram jenis sabu sabu.

Dari penggeledahan tersebut, anggota Polsek Sokobanah berhasil menemukan barang bukti 11 kantong mika yang berisi narkoba jenis sabu – sabu dengan total seberat 1.009,68 gram, satu unit timbangan digital warna hitam.

Kapolres Sampang AKBP. Abdul Hafidz, Saat menggelar Konferensi Press di dampingi Kasat Reskoba Polres Sampang, mengatakan, dirinya selalu gencar dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukum yang dipimpinnya, maka dari itu dia meminta agar semua masyarakat terlibat dalam mendukung pemberantasan barang haram tersebut.

“Kami tidak akan main – main dalam penindakan sabu – sabu, kami mohon dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Sampang agar bersama bisa memberantas kejahatan Narkoba,“ tegasnya. Senin (8/2/2021).

Kapolres menjelaskan kronologis Penangkapan, kedua bandar barang haram dengan inisial SF (39), dan inisial SG (27). Keduanya berasal dari Dusun Lebak Desa Sokobanah Daya, sempat melarikan diri ke Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, namun pada Rabu (3/2/2021), anggota Polsek Sokobanah dapat menangkapnya.

”Mereka ini sempat kabur ke Jawa Tengah, buron dari kami, alhamdulillah, anggota kami di Polsek Sokobanah berhasil menjemput saat bersembunyi di Desa Petanahan, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sekitar pukul 01.00 WIB,“ terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kedua tersangka di jerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Subs Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 Tahun kurungan dan pidana denda paling besar Rp 10 milyar. (*)

Loading...

Comment