SUMENEP, (News Indonesia) — Upaya memperluas inklusi keuangan syariah di Kabupaten Sumenep terus diperkuat melalui edukasi publik yang menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan talkshow yang digelar oleh BPRS Bhakti Sumekar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap layanan perbankan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut secara bijak dan produktif.
“Inklusi keuangan harus diiringi literasi yang memadai, agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Mengusung tema peran Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan dalam melindungi dana nasabah, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.
Melalui peningkatan pemahaman, masyarakat diharapkan semakin yakin dalam memanfaatkan produk keuangan formal, khususnya layanan berbasis syariah yang terus berkembang di daerah.
BPRS Bhakti Sumekar menilai literasi keuangan memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi produktif, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Akses pembiayaan yang inklusif, jika diimbangi dengan pemahaman yang baik, dinilai mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga mampu mengoptimalkan layanan keuangan untuk pengembangan usaha dan peningkatan taraf hidup,” kata Hairil Fajar.
Ke depan, sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah. BPRS Bhakti Sumekar optimistis, melalui kolaborasi yang kuat, sektor keuangan syariah dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
Comment