SUMENEP, (News Indonesia) – Tahun 2026 ditetapkan sebagai fase penguatan mutu pelayanan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu menargetkan peningkatan kapasitas layanan, baik dari sisi fasilitas medis, sumber daya manusia, maupun sistem berbasis teknologi.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menyampaikan bahwa strategi 2026 difokuskan pada optimalisasi pelayanan agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk penanganan medis tertentu. Menurutnya, pengembangan dilakukan secara terukur dengan memaksimalkan status rumah sakit yang kini telah naik menjadi tipe B.
Dengan status tersebut, RSUD memiliki kewenangan menangani kasus medis yang lebih kompleks, termasuk layanan intensif 24 jam melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), serta PICU/NICU untuk perawatan bayi. Penguatan layanan spesialis, seperti jantung dan paru, juga menjadi bagian dari target peningkatan kapasitas tahun ini.
Selain penguatan fasilitas fisik, 2026 juga diarahkan pada percepatan digitalisasi layanan. Sistem antrean digital yang terintegrasi dengan aplikasi kesehatan nasional terus dioptimalkan agar pendaftaran dan pengaturan jadwal pemeriksaan dapat dilakukan secara daring, sehingga waktu tunggu pasien lebih efisien.
“Fokus kami di 2026 adalah memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien,” ujar dr. Erliyati, Rabu (11/2/2026).
Manajemen RSUD juga menargetkan peningkatan akses layanan bagi peserta BPJS Kesehatan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan tanpa hambatan administratif maupun keterbatasan fasilitas.
Dengan dukungan tenaga medis, pemerintah daerah, serta mitra kerja, RSUD dr. H. Moh. Anwar menargetkan penguatan peran sebagai rumah sakit rujukan di wilayah timur Madura, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah pada 2026. (*)
Comment