oleh

Festival Kuliner Madura, Bupati Busyro; Kita Kenalkan Kekayaan Budaya dan Wisata Sumenep

SUMENEP, (News Indonesia) — Pagelaran Festival Kuliner Madura yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, di area Taman Bunga Sumenep, Madura, Sabtu (12/10/2019) malam, berlangsung meriah.

Hadir pada acara tersebut jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda), Wakil Bupati Sumenep, Staf Ahli Bidang Multi Kultural Kementerian Pariwisata RI, Chef Juna Rorimpandey, Polres Sumenep, Kodim 0827 Sumenep.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menyampaikan, kegiatan Festival Kuliner Madura sengaja digelar tiap tahun untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan wisata Sumenep.

“Sumenep ini kaya budaya dan wisata. Dari segi budaya ada seni topeng dan Kaldu Kokot sebagai warisan kuliner,” terangnya.

Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini, diadakannya Festival tersebut adalah upaya pemkab Sumenep untuk mengangkat potensi wisata yang ada di ujung timur pulau Madura.

“Ini adalah upaya Pemkab Sumenep melestarikan dan mempromosikan kuliner di Sumenep,” kata Bupati Sumenep, saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut, pada tahun 2014 lalu Pemkab Sumenep, mencatat rekor murni atas pelaksanaan pesta rakyat 10.000 piring campor. Untuk tahun ini pihaknya mengenalkan 750 kaldu kokot yang sesuai dengan usia Kabupaten Sumenep yang ke 750 tahun.

“Tahun kemarin kita juga menggelar Festival Kuliner dengan bahan dasar sabreng, tahun ini kita mengenalkan sajian 750 kaldu kokot, persis sesuai usia Kabupaten Sumenep,” terangnya.

Bupati dua periode tersebut berharap, para pelaku wisata turut mempromosikan wisata yang ada di Sumenep. Pemerintah pun akan terus melakukan pengembangan sarana prawisata baik infrastruktur, regulasi, fasilitas wisata, informasi dan lainnya.

“Saya berharap para pelaku wisata ikut andil mempromosikan wisata, karena hal itu akan membuka ruang investasi seperti penyediaan agen travel, restaurant, penginapan, cinderamata dan dan lain lain,” imbuhnya.

Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, saat meninjau stand kuliner, usia grand opening.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Multi Kultural Kementerian Pariwisata RI, Guntur Sakti, mengapresiasi segudang potensi alam yang dimiliki Sumenep.

Pihaknya meyakini, Sumenep akan menjadi daerah yang menjadikan pariwisata sebagai ‘Leading Sector’. Keyakinan itu didasarkan karena Sumenep memiliki potensi wisata alam yang luar biasa.

“Sumenep ini potensinya bagus. Ada creative value dan culture Value. Tinggal menunggu komitmen para pemimpin di sini,” terangnya.

Festival Kuliner Madura dengan aneka menu menu tradisional Sumenep, warisan tempo dulu. Selain bazar kuliner, festival tersebut juga menggelar workshop kuliner bersama cheff Juna.

“Ini kegiatan yang luar biasa. Tidak sekedar kuliner, tetapi juga memamerkan budaya tradisional seperti topeng dalang. Sumenep akan menyongsong periuk nasi baru yakni dari sektor pariwisata,” imbuhnya.

Pihaknya menyebut, di Jawa Timur sudah ada beberapa kota yang menjadikan pariwisata sebagai ‘leading sector’. Diantaranya Malang dan Banyuwangi.

“Saya optimis, kota berikutnya adalah Sumenep. Kalau pariwisata sudah menjadi leading sector, maka akan ada peningkatan PAD dan indeks kebahagiaan masyarakat,” tandas Guntur.

Untuk diketahui, dalam gelaran festival kuliner Madura tahun ini, terdapat berbagai acara seper tibazar kaliber, workshop kaliber, lomba memasak yang pesertanya merupakan menantu dan mertua, lomba mewarnai, blog competition dan lomba lampin unik. [imam/faid]

Komentar

BERITA TERBARU