Debat Pilbup Jilid II Pakai Bahasa Madura, Achmad Fauzi Apresiasi Inovasi KPU

BERLANGSUNG: Debat putaran kedua Pilbup Sumenep di Hotel Utami menggunakan bahasa Madura (Foto: Wakid Maulana)

SUMENEP, (News Indonesia) – Panorama unik tersaji dalam debat publik putaran kedua yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Senin (23/11) malam di Hotel Utami Sumekar.

Pasalnya, sebelum memasuki tangga acara terakhir, masing-masing Paslon diberikan kesempatan untuk saling bertanya dan menjawab dengan menggunakan Bahasa Madura sebagai Bahasa Daerah.

Calon Bupati nomor urut 01, Achmad Fauzi mengapresiasi langkah dan inovasi yang diambil oleh KPU Sumenep. Menurutnya, Bahasa Madura adalah identitas yang harus ditularkan kepada seluruh generasi di tengah gempuran arus globaliasi.

Calon bupati nomor urut 01, Achmad Fauzi mengapresiasi inovasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur pada debat publik putaran kedua, yakni dengan menggunakan bahasa Madura.

“Ini inovasi KPU yang dipatut dihargai. Karena sangat memberikan edukasi,” kata Fauzi pada awak media usai debat.

Menurut pria yang dipasangkan dengan Ketua Muslimat NU Sumenep ini, debat kali ini membawa kesan tersendiri bagi dirinya dan seluruh masyarakat. Sebab, perlu banyak hal yang mesti dikerjakan untuk menanamkan Bahasa Madura.

“Istimewa lah, ini di luar dugaan. Jadi, saya apresiasi KPU karena mendorong masyarakat untuk tetap cinta Bahasa Madura,” tegasnya.

Untuk itu, politisi muda PDI-P ini mengaku ke depan akan terus menggalakkan Bahasa Madura dengan lebih baik dan benar. Termasuk akan senantiasa mendorong seluruh stakeholder agar saling menguatkan dalam berbahasa Madura.

“Kita didorong untuk bisa fasih berbahasa Madura,” jelasnya.

“Ini debat yang tidak pernah dilakukan di Daerah lain. Dengan beragam bahasa, masyarakat harus menghargai perbedaan,” tambah suami Nia Kurnia sembari mengakhiri wawancara. (*)

Loading...

Comment