Bupati Sumenep, Kiai dan Santri Bergandeng Tangan, Berjuang Bersama Lawan Covid-19

Foto: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat bersilaturrahmi ke Pengasuh Ponpes Al-Karimiyah Desa Braji, KH. Abuya Busyro Karim (Mantan Bupati Sumenep dua periode)

SUMENEP, (News Indonesia) – Kabar baik, berdasarkan informasi, dalam pekan ini, Kabupaten Sumenep, Madura, telah memasuki level 2 dalam kasus sebaran Covid-19.

Hal itu sebagai penanda awal bahwa upaya Pemerintah setempat melalui dukungan seluruh elemen, menunjukkan hasil yang positif.

Kendati demikian, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi tetap mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) untuk membentengi diri dari paparan virus asal Wuhan China tersebut.

Pihaknya meminta seluruh pengasuh dan santri pondok pesantren harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dalam upaya mencegah penyebaran penularan COVID-19 di lingkungannya.

Memperketat protokol kesehatan di setiap aktivitas santri, seperti memakai masker yang baik dan benar, menjaga jarak dan mencuci tangan, harus menjadi ikhtiar bersama.

“Santri saat melakukan aktivitas seperti mengikuti proses kegiatan belajar wajib bermasker dan jaga jarak di antara bangku harus dilakukan di setiap ruang kelas,” terang Bupati pada Silaturahim dan Penyaluran Bantuan Beras Aparatur Sipil Negara (ASN) Peduli COVID-19, Sabtu (04/09/2021).

Apalagi, lanjut politisi muda PDI Perjuangan tersebut, sampai saat ini, wabah COVID-19 belum berakhir, sehingga seluruh pondok pesantren harus ikut berperan memutus rantai dan menekan penyebarannya.

“Kami mengapresiasi pondok pesantren yang telah menerapkan protokol kesehatan guna membantu pemerintah daerah mencegah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumenep,” imbuh suami Nia Kurnia tersebut.

Mantan jurnalis ini juga berharap, para kiai dan ulama turut mengampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat dalam rangka mendukung upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, meskipun saat ini, kasus COVID-19 di Kabupaten Sumenep mulai menurun.

“Kami juga berharap para kiai dan ulama mendoakan kebaikan negeri supaya wabah COVID-19 segera berakhir dan kesehatan masyarakat pulih, sehingga berefek positif terhadap ekonomi yang bangkit kembali,” harapnya.

Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan kiai dan ulama di antaranya mengedukasi masyarakat tentang vaksin COVID-19 halal dan aman, sehingga masyarakat yang memenuhi syarat jangan takut divaksin.

“Para kiai dan ulama ikut memberikan pencerahan kepada keluarga santri serta masyarakat, supaya tidak mudah percaya konten atau informasi hoax terkait vaksin agar tidak takut divaksin,” imbuhnya.

Untuk itulah, camat beserta kepala desa senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh elemen masyarakat di daerahnya, untuk bersama-sama turun langsung ke masyarakat dalam rangka menyosialisasikan pentingnya vaksinasi, sebagai upaya memulihkan kesehatan dan ekonomi kembali bangkit seperti sediakala.

”Yang jelas, kami mengapresiasi kiai dan ulama yang menjadi contoh kepada masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi,” tegasnya.

Untuk diketahui, dalam kesempatan tersebut, Bupati Fauzi juga menyalurkan bantuan beras Aparatur Sipil Negara (ASN) Peduli COVID-19 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada pondok pesantren yang tersebar di Kecamatan Gapura, yakni Ponpes Al-Karimiyah Desa Braji dan Ponpes Al-Hasani Desa Gapura Timur.

Selanjutnya, bergeser ke Kecamatan Batang-batang yakni Ponpes Al-Qodiri Desa Jenangger, Kecamatan Batuputih di Ponpes Al-Kautsar Desa Juruan Laok dan Ponpes Darul Hikamah Desa Batuputih Kenek.

Selain menyalurkan beras, Bupati juga memberikan bantuan pendukung protokol kesehatan, seperti masker dan hand sanitizer kepada setiap pondok pesantren. (*)

Comment