Penemuan Tumpukan Batu Bata di Jember, Peninggalan Kerajaan Majapahit?

Foto: Warga mulai ramai berdatangan ke lokasi, penasaran adanya temukan tumpukan batu bata diduga Situs Bersejarah.

JEMBER, (News Indonesia) – Menyusul ditemukannya tumpukan batu bata yang diduga situs bersejarah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember langsung melakukan koordinasi dengan Muspika setempat dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Tim dari BPCB Trowulan itu datang Rabu (1/7/2020) kemarin. Kesimpulan awal, tumpukan batu bata yang terpendam di dalam tanah tegalan itu, adalah peninggalan Kerajaan Majapahit.

“Terkait penemuan batuan itu, kami langsung berkoordinasi dengan pemangku wilayah setempat Camat Ledokombo, dan dari unsur Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan,” kata Plt. Kepala Disparbud Jember Dannie Alcholin saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/7/2020).

Dannie menjelaskan, selanjutnya tim dari BPCB Trowulan bersama dengan Disparbud Jember dan Muspika Ledokombo mengecek dan menghasilkan kesimpulan awal terkait penemuan tersebut.

“Dengan hasil kesimpulan awal, itu (tumpukan batu bata yang terpendam dalam tanah) adalah batu candi dari era Kerajaan Majapahit,” jelasnya.

“Namun untuk penelitian lebih lanjut butuh usaha lebih baik lagi, dan mendatangkan tim khusus dari BPCB Trowulan untuk bisa meneliti umur dari benda peninggalan ini,” imbuhnya.

Kemudian dilanjutkan dengan menyiapkan sarana prasarana pendukung untuk melakukan penelitian.

“Saat ini kita siapkan berapa penelitinya, dan alat apa saja yang digunakan untuk meneliti itu, Karena untuk penanganan tidak bisa sembarangan,” katanya.

Menurut Dannie benda peninggalan sejarah ini butuh penanganan khusus. “Agar tidak merusak bendanya ini, dan mempengaruhi kondisi situs yang ada,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Warga di Desa Ledokombo menemukan susunan tumpukan batu bata yang terpendam di dalam tanah tegalan. Diduga penemuan tersebut peninggalan sejarah.

Susunan batu bata itu pertama kali ditemukan seorang warga, Faisol Junaedi. Pria yang juga Bendahara Desa Ledokombo itu menggali tanah, berdasarkan petunjuk mimpi berkali-kali yang dialaminya sejak setahun belakangan. (*)

Loading...

Comment