Faida Ingin Mengulang Kenangan Manisnya dengan PDI Perjuangan di Pilkada Jember

Foto: Mantan Bupati Jember, Faida mendaftar menjadi bakal calon bupati lewat DPC PDI Perjuangan Jember.

JEMBER, (News Indonesia) – Bupati Jember periode 2016-2021 dr. Faida, MMR mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati ke kantor DPC PDI Perjuangan Jember pada, Rabu (15/5/2024).

Kedatangan mantan bupati wanita pertama di Jember ini 2 hari menjelang penutupan pengembalian formulir pendaftaran Bacabup-Bacawabup yang dibuka oleh PDIP Jember pada tanggal 17 Mei 2024.

Menjadi bagian dari PDIP bukanlah hal yang baru bagi Faida. Partai banteng ini pernah berjuang bersama Faida dan memenangkan Pilkada Jember tahun 2015.

Faida mengatakan, ingin mengulang memori indah tersebut bersama PDIP di pemilihan bupati tahun ini. “Pernah ada sejarah, PDIP termasuk salah satu partai yang memberikan kesempatan saya, mengusung saya pada Pilkada tahun 2015. Oleh karenanya pada kesempatan saya perlu mendaftar melalui PDIP, seiring dengan semangat dari teman-teman yang bertemu di lapangan bahwa saya melamar ke seluruh partai yang membuka pendaftaran dan berharap Allah memilihkan partner yang sebaik-baiknya demi masyarakat Jember,” ucapnya.

Baca Juga: Kepala UKPBJ Pemkab Jember Dinilai Tak Miliki Kompetensi, DPRD Diminta Hentikan Semua Lelang

Pendaftaran ini sekaligus menepis isu yang mengabarkan bahwa Faida tidak butuh rekom partai dalam keikutsertaan dalam Pilkada. Meski pada Pilkada tahun 2020, Faida maju melalui jalur independen alias non parpol.

“Saya tidak pernah mengatakan tidak butuh rekom partai. Dulu masyarakat yang mendorong saya hingga menjadi calon independen. Saat itu tahun 2020 saya juga mendaftar di kantor DPC PDIP ini, meskipun pada akhirnya PDIP tidak merekom saya. Itu salah satu bukti bahwa saya tidak pernah mengatakan tidak butuh rekom partai,” tegasnya.

Pada kontestasi pemilihan tahun ini Faida optimistis mendapatkan rekom dari parpol, salah satunya PDIP. “Kali ini saya maju Pilkada 2024 agak berbeda situasinya. Kalau dulu mendaftar karena dorongan masyarakat, menjadi independen juga karena dorongan para pendukung, dan yang kali ini justru partai yang datang memberi dorongan kepada saya untuk maju kembali demi kebaikan masyarakat Jember. Dan saya respon menjadikan semangat saya, karena saya sudah selesai dengan agenda-agenda pribadi saya,” tandasnya.

Setelah menyelesaikan urusan pribadinya, kata Faida, sudah saatnya meneguhkan keyakinan untuk menghibahkan dirinya kepada masyarakat Jember. “Saya ingin sisa hidup saya bisa mengabdi kepada masyarakat termasuk bersama PDIP,” imbuhnya.

Bicara soal calon wakil bupati, Faida menyebut memiliki kriterianya sendiri. Namun, hal tersebut akan dikomunikasikan lebih dulu dengan partai koalisi yang mendukungnya.

“Tentu kita punya pandangan dan keinginan, dan mudah-mudahan ditunjang dengan survei Insha Allah partai koalisi bisa mendukung keinginan kita tersebut,” tandas Faida.

Sementara, Sekretaris DPC PDIP Jember Widarto mengatakan, pihaknya memperlakukan sikap yang sama kepada seluruh bakal calon yang mendaftar. Selama mau berjuang dan bergotong-royong untuk membangun Jember, PDI-P akan membuka diri.

“Setiap pemimpin membawa kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Namun yang paling penting adalah semua memiliki tujuan yang sama, yakni sama-sama memperbaiki Jember lebih baik untuk kebaikan rakyat Jember,” tutur Widarto di samping Faida. (*)

Comment