Bupati Gunung Mas Hadiri Kegiatan Bursa Inovasi Desa

bursa inovasi desa
Bupati Gunung Mas Jaya S Monong membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa dengan ditandai pemukul Gong, Kamis (11/7/2019).

KUALA KURUN, (News Indonesia) — Bupati Gunung Mas Jaya S Monong membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa dengan ditandai pemukul Gong, Kamis (11/7/2019), yang disaksikan para tamu undangan.

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalteng, Eka Dyan Satya Hadi, ujung kiri batik biru. Pabung 1016/PLK Mayor Inpantri Catur Prasetio Nugroho, yang mewakili Polres Gumas, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Gumas Yulius Agau dau dari kiri, Camat Sepang Rosalia, Camat Kurun Holten. Plt. Camat Mihing Raya Hulnan Turung, ujung kanan dan undangan lainnya.

Bupati dalam arahannya menyampaikan, Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa.

“Kegiatan BID dapat diselenggarakan di tingkat Kecamatan sebagai kegiatan peluncuran untuk mendukung pelaksanaan inovasi desa sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa,” terangnya.

Maksud diselenggarakannya BID, lanjut dia, untuk menjembatani kebutuhan Pemerintah Desa akan pilihan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka pembangunan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

“Kegiatan semacam ini tidak hanya bersifat seremonial saja, tetapi mempunyai target yang harus dicapai, bapak, ibu yang hadir dalam kesempatan ini agar betul-betul dan dipraktikan di desanya masing-masing memberikan keuntungan bagi warganya,” ujarnya.

Pihaknya berharap, kegiatan bursa inovasi desa ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan di desa. Para Kepala Desa dan perangkat desa pun diminta menggunakan dana desa untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta pembangunan kapasitas desa.

“Apa yang dibicarakan kita pada hari ini, suatu saat pasti akan saya cek langsung kelapangan, sejauh mana target tercapai atau tidak,” ungkap Jaya S. Monong.

Jaya S. Monong menambahkan, dalam setiap penggunaan dana desa Kades dan perangkatnya jangan terfokus kepada infrastruktur saja, melainkan disesuaikan dengan potensi masing masing desa.

“Pilih salah satu sesuai dengan potensi desa, potensi yang ada tentunya menyesuaikan anggaran dan itu betul-betul ditekuni sampai berhasil. Dana desa dan dana lain yang tidak mengikat tersalurkan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara tujuan dari kegiatan tersebut, pertama untuk memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. Kedua meningkatkan kualitas penggunaan dana desa, ketiga untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah.

“Serta menjadi inisiatif dan alternatif kegiatan pembangunan dana desa yang lebih efektif dan inovatif,” pungkasnya. [hadiboy/dewi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here