oleh

Mengenal Kitab Kuning Metode ‘Al-Fatih’ yang Dilirik Sekolah di Malaysia

SUMENEP, (News Indonesia) — Pondok Pesantren (Ponpes) Sumber Mas, Rombiya Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, salah satu pesantren yang rutin mengirimkan santri pengabdian ke sejumlah Pondok Pesantren di Madura.

Namun, pada tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, salah seorang santri pengabdian yang dimiliki Ponpes Sumber bernama Khusnol Jawad juga diminta mengajar ke Madrasah Ahbabul Musthafa, Tumpat, Kelantan, Malaysia.

Hal itu tidak lepas dari keberhasilan Ponpes Sumber Mas dalam menerapkan program Akselarasi Belajar Kitab Kuning dengan metode ‘Al-Fatih’. Sehingga, Madrasah yang ada di Malaysia menginginkan salah seorang guru dari Sumber Mas untuk ditugaskan ke sana.

Ketua Yayasan Sumber Mas sekaligus pengasuh Kampus 2 Al-Madinah, KH. Mufti Khazin mengatakan, Metode Al-Fatih merupakan metode baru. Namun, tingkat keberhasilan metode Al-Fatih tergolong bagus.

Terbukti, saat ini banyak pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di sejumlah daerah yang ingin belajar penerapan metode ini. Bahkan, tidak hanya diminati oleh Ponpes di Madura saja melainkan daerah-daerah yang diluar Pulau Jawa.

“Kemarin saja, selain pelajar dari Kabupaten Jember, ada 7 orang dari Ponpes Darul Muhajirin, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat,” tutur Mufti Khazin, Senin (22/7/2019).

Menurutnya, dengan metode Al-Fatih untuk memahami dan bisa membaca kitab kuning tidak membutuhkan waktu yang lama. Sebab metode Al-Fatih dengan program intensif, hanya butuh 15 hari.

“Untuk program intensif hendaknya siswa tidak diperbolehkan pegang HP. Sedangkan untuk usia SD pra syaratnya harus lancar baca tulis Arab dan Alquran,” terang Dosen di Universitas Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya ini.

Bahkan menurutnya, dengan Metode Al-fatih siswa tidak perlu menghafal kaidah Nazhom Al-fiyah atau Imrithi, sehingga siswa dipermudah dan tidak terbebani.

“Mereka itu cukup memahami dan menghafal kosa kata bahasa Arab sebanyak mungkin,” tutupnya.

Ditanyai terpisah, Khusnol Jawad mengaku senang dengan rencana keberangkatannya ke Negara Malaysia. Bahkan ia mengaku sebuah kebanggan bagi dirinya yang telah dipercayai oleh pengasuh.

“Saya sangat senang dengan kepercayaan pengasuh untuk mengemban tugas ini, ini tugas berat yang tidak sembarang orang dapat dipercaya,” katanya dengan senyuman.

Selain karena sebuah tanggung jawab, keberangkatannya ke Negeri Jiran itu juga akan menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Meski tidak lama di sana, sekitar satu bulan saja namun hal itu akan sangat berharga bagi saya,” tutupnya.

Sementara kegiatan pelepasan guru tugas ke Malaysia ini digelar Ponpes Sumber Mas dihadiri Pengasuh Ponpes Sumber, RKH. Badwi Sanusi dan juga jajaran guru yang ada.

Untuk tahun ini LPP Sumber Mas memberangkatkan santrinya sebanyak 54 santri ke berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan salah satunya juga yang ke Negara Malaysia. [ros/jie]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU