Fakultas Tarbiyah IAIN Madura Gelar Penguatan Kapasitas Dosen

PAMEKASAN, (News Indonesia) — Dalam rangka meningkatkan kompetensi bidang pendidikan dan pengajaran, Fakultas Tarbiyah IAIN Madura menggelar penguatan dosen melalui seminar pendidikan dengan tema “Pendidikan Profetik”.
Acara yang digelar di aula utama hotel front one itu dihadiri langsung Rektor IAIN Madura, Profesor Dr. H. Imam Suprayogo, M.Si, unsur Pimpinan IAIN Madura dan 120 Dosen Tarbiyah. Jumat (26 April 2019).
Rektor IAIN Madura Mohamad Kosim mengapresiasi kegiatan Fakultas Tarbiyah yang telah memfasilitasi penguatan kapasitas dan kompetensi dosen Tarbiyah.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Fakultas Tarbiyah yang telah memfasilitasi, sehingga menjadi bekal dalam mewujudkan perkuliahan serta mewujudkan visi IAIN Madura yaitu religius dan kompetitif,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Dr. Atiqullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa digelarnya seminar pendidikan profetik murni dalam rangka peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Madura.
“Inisiasi seminar ini murni dalam rangkan meningkatkan kapasitas dan spiritualitas pendidik dan tenaga kependidikan di Fakultas Tarbiyah,” tutur Dr. Atiqullah.

Dirinya berharap agar seluruh dosen yang telah mengikuti kegiatan seminar dapat terbangun SDM yang lebih profetik agar terbangun budaya religius, komfetif secara moral dalam meraih prestasi akademik dan organisasi.
“Diharapkan setelah mengikuti seminar ini terbangun SDM yang lebih profetik. karena sesungguhnya pendidikan profetik bagi Fakultas Tarbiyah merupakan wasilah agar terbangun budaya religius dan kompetif secara moral dan kompetitif dalam meraih prestasi akademik dan organisasi,” harapnya.
Atiq menambahkan bahwa seminar yang digelar dapat tersosialisasikan visi Fakultas Tarbiyah IAIN Madura.
“Dalam seminar ini, kita sosialisasikan lebih dini visi Fakultas Tarbiyah IAIN Madura yaitu Menjadi pusat pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang religius dan kompetitif berbasis nilai kearifan profetik,” Tukas Atiq.
Sementara Profesor Dr. H. Imam Suprayogo, M.Si dalam materinya menekankan agar Fakultas Tarbiyah dapat mengkaji lebih dalam tentang Pendidikan profetik sebagai landasan berfikir bagi tenaga kependidikan.
“Fakultas Tarbiyah harus lebih mendalam mengkaji Pendidikan Profetik sebagai landasar berfikir jauh kedepan dan kebutuhan asasi secara spiritual, nilai-nilai kenabian bagi dosen dan tenaga kependidikan,” terang Dr. H. Imam Suprayogo, M.Si.
Pihaknya juga mengaku bangga dengan tema seminar Pendidikan profetik, karena terasa dan merupakan petunjuk bagi IAIN Madura ke depan.
“Dengan wawasan profetik IAIN Madura pada saatnya menjadi UIN Madura dengan modal membuka prodi ekssakta, dan ini yang memungkinkan bagi IAIN saat ini, khususnya bagi masyarakat Madura,” ucapnya.
Prof Imam menambahkan, dalam presentasinya, agar IAIN Madura tidak kehilangan agama.
“Saya berharap IAIN Madura tidak kehilangan Agamanya sebagaimana kampus-kampus lainnya. Karena agama sebagai ruh bagi keselamatan umat dan kemajuan bangsa dimasa masa mendatang. inilah nilai-nilai Profetik, inilah ruh yang sesungguhnya yaitu Nabi Panutan umat Muhammad SAW,” tandasnya. (AQ/Dewi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here