oleh

Tidur Berlebihan Tak Baik Untuk Kesehatan, Berikut Sederet Risikonya

JAKARTA – Pada dasarnya, tidur merupakan hal penting bagi kesehatan. Sehingga takaran bagi orang dewasa disarankan tidur sekitar tujuh jam setiap malam. Tidur lebih dari sembilan jam juga tidak baik bagi kesehatan tubuh.
Studi menemukan keterkaitan antara tidur berlebihan dengan masalah kesehatan bahkan meningkatkan risiko kematian. Sebuah studi dalam Journal of the American Heart Association menunjukkan risiko tidur terlalu lama.
Tidur 9 jam dapat meningkatkan 14 persen risiko kematian dini. Tidur 10 jam dapat meningkatkan 30 persen kematian dini, lalu tidur 11 jam dapat meningkatkan risiko yang sama hingga 47 persen. Risiko kematian karena penyakit jantung dan stroke juga meningkat semakin lama waktu tidur.
“Dalam gaya hidup modern, orang biasanya justru sengaja membatasi waktu tidur karena pekerjaan, mengurusi keluarga, hobi dan aktivitas lainnya. Penelitian kami menunjukkan bahwa tidur lebih dari yang disarankan dapat memberikan dampak yang jauh lebih buruk dibanding kurang tidur,” kata MBBS dan Peneliti Studi Chun Shing Kwok, seperti dikutip dari Health, Jumat (24/5/2019).
Penelitian lain menunjukkan bahwa kebiasaan tidur lebih dari tujuh jam setiap malam dapat meningkatkan risiko diabetes. Studi lain menemukan bahwa durasi tidur ekstrim dapat meningkatkan protein C-reactive yang meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular.
Salah satu peneliti tentang tidur berlebihan dan penyakit, dokter Chun Shing Kwok mengatakan bahwa penelitiannya hanya mendemonstrasikan kemungkinan keterkaitannya.
“Tidur dengan durasi lebih lama kemungkinan merupakan pertanda dari penyakit yang ada seperti kondisi yang tidak dapat terdeteksi. Misalnya gagal jantung, anemia, hipotiroid, atau sleep apnea,” kata Kwok.
Anda mungkin tidur sembilan jam sehari dan tidak mengalami masalah apapun. Jika Anda terbiasa dengan waktu tidur tersebut selama bertahun-tahun maka kemungkinan hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
Bila Anda merasa bahwa oversleeping merupakan salah satu pertanda hal yang salah maka Anda lebih baik mengunjungi dokter. “Dokter dan pasien harus memperhatikan waktu tidur sebagai gejala dari suatu penyakit. Dokter mungkin harus melakukan pemeriksaan terkait tidur dengan konsultasi,” kata Kwok.
Sumber: liputan6.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU