Operasi Keselamatan Semeru 2018 Berakhir, Pelanggaran di Sumenep Menurun

Ilustrasi

SUMENEP, (News Indonesia) – Operasi Keselamatan Semeru 2018 yang digelar selama dua minggu berakhir. Hasilnya, terjadi banyak pelanggaran yang ditemukan pada operasi tersebut.

Dengan naiknya prosentase itu, menandakan bahwa pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih terbilang tinggi. Hal itu juga menandakan bahwa kesadaran atau kepatuhan warga terhadap lalu lintas masih minim.

Kanit Tur Jawali Satlantas Polres Sumenep, Iptu Reza Wijaya mengatakan, hal ersebut menjadi indikasi bagi warga Sumenep, peraturan lalu lintas bukan merupakan suatu kebutuhan, tetapi lebih kepada hal yang menakutkan. Jika ada petugas, warga patuh. Namun saat petugas tak ada, warga cenderung melakukan pelanggaran.

Buktinya, kata pria yang akrab di sapa Reza itu, dalam Operasi keselamatan yang digelar mulai 5 Maret hingga 25 Maret 2018 itu. Ditemukan sebanya 600 pengendara disanksi berupa penilangan karena melanggar Undang-undang Lalu Lintas.

“Selama operasi itu ada 600 pengendara yang ditilang,” terangnya. Senin (26/03/2018)

Baca Juga: Usai Disuntik Vaksin ORI Difteri, Satu Dari Empat Siswa di Sumenep Alami Pembekakan Bibir 

Sementara, tiga besar jenis pelanggaran yang paling banyak ditindak adalah pelanggaran rambu, marka dan tidak memiliki kelengkapan dokumen (SIM dan STNK).

“Rata-rata karena nerobos lampu lalu lintas. Tapi pelanggaran tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu,” tegasnya.

Reza menambahkan, dalam Operasi tersebut lebih mengedepankan tindakan prefentif dari pada tindakan langsung. Diantaranya hanya memberikan teguran kepada pengendara yang tidak tertib lalu lintas.

Oleh sebab itu, meski masa operasi keselamatan semeru sudah selesai, pihaknya tetap menghimbau agar setiap pengendara mementingkan keselamatan dengan memtahui aturan lalu lintas yang sudah ada.

“Pakailah aksesoris dan kelengakapan berkendara seperti helm, memakai sabuk pengaman untuk roda dua, dan mengikuti rambu-rambu lalu lintas. Demi menjaga keselamatan pengendara,”pungkas Reza. (Sya/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here