Pesantren Ar-Raudlah Gelar Haflatul Imtihan ke 40 dan Wisuda Terpadu ke 22

Momen sesi Wisuda terpadu ke 22 peserta wisuda dievaluasi dengan baca Al-quran dan baca kitab kuning. acara prosesi itu dimulai dengan peletakan bendera kelembagaan, bederan yayasan dan peletakan bederan mirah putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai wujud kecintaan kepada Agama dan Bangsa.

PAMEKASAN, (News Indonesia) — Yayasan Pendidikan Sosial dan Dakwah (YPSD) Pondok Pesantren Ar-Raudlah Desa Sana Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar Haflatul Imtihan ke 40 dan Wisuda terpadu ke 22. Kamis (20 Juni 2019) malam.

Pada sesi wisuda terpadu ke 22 peserta wisuda dievaluasi dengan baca Al-quran dan baca kitab kuning. Acara prosesi itu dimulai dengan peletakan bendera kelembagaan, bederan yayasan dan peletakan bederan mirah putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai wujud kecintaan kepada Agama dan Bangsa.

Sementara dalam pelepasan burung merpati yang telah menjadi simbol bahwa acara telah dibuka dan terbuka untuk umum, dipimpin langsung oleh ustad Rahmatullah tepat pada pukul 20:46 WIB berjalan lancar.

Diusianya yang sudah menginjak setengah abad dari berdirinya, Pesantren ini telah mampu mencetak generasi dan alumni yang mempuni dalam bidang ilmu pengetahuan, baik ilmu Agama dan umum.

Dalam sambutannya Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Raudlah KH. Hafidz Abdurrahman sangat mengapresiasi atas diselenggarakannya Haflatul Imtihan ke 40 dan Wisuda Terpadu ke 22.

“Kami atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Ar-Raudlah sangat mengapresiasi atas terlaksananya acara Haflah dan wisuda terpadu kali ini, dan ini murni karena adanya kerja sama yang baik dari semua pihak. Mulai dari panitia, Wali Murid, Korwil dan Masyarakat. Terimakasih Jazaa Kumullah Khairal Jaza’. Semoga semuanya tercata sebagai amal baik,” ucap KH. Hafidz.

Dalam penyampaiannya KH. Hafidz menjelaskan bahwa ilmu itu ibarat emas yang sudah pasti diinginkan semua orang. Dan bagi siapa yang menginginkan, maka wajib mencarinya.

“Ilmu itu ibarat emas semua orang pasti menginnginkannya. Karenanya ilmu harus dicari,” dauh Pengasuh.

KH. Hafidz merasa bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya yang sudah bisa menghafal kitab meski dibalik keberhasilannya Beliau juga masih hawatir kelak anak asuhnya tidak mendapat ilmu yang manfaat.

“Alhamdulillah sudah banyak santri dan murid Ar-Raudlah yang hafal kitab, ada yg hafal 2 kitab dan bahkan sudah ada yang hafal 3 kitab. Tapi kehawatiran kami ilmu yang di dapat tidak manfaat,” tukas Kiyai.

Mengakhiri sambutannya di depan Wali Wisuda KH. Hafidz dengan gigih menjelaskan tentang tanda-tanda orang yang mempunyai ilmu yang bermanfaat.

“Ilmu yang manfaat itu sperti apa? ternyata tidak ada yg tahu kecuali Allah. Tapi tanda-tandanya ada. Ilmu yang manfaat disebutkan dalam Al-Khikam. Sesungguhnya ilmu yang bermanfat menurut ulama salaf dan kholaf adalah dengan bertambhnya taqwa kepada Allah dan ketawadu’annya dan merasa tidak memiliki daya apapun (merasa hina) dan biasanya semakin baik akhlaqnya,” tandasnya. (AQ/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here