Begini Cara Bupati Jember Mengenang Para Pahlawan yang Gugur Terdahulu

Bupati Faida, Saat menyampaikan Pidatonya di Acara Peluncuran Buku Biografi lekol dr. RM soebandi. Foto Humas Jember
JEMBER, (News Indonesia) — Letkol. dr. RM Soebandi namanya, seoramg pahlawan yang gugur di medan pertempuran saat terjadi serangan penyergapan oleh tentara Belanda pada tanggal 8 Ferbruari 1949, 70 tahun silam.
Sosok Soebandi merupakan seorang tentara yang bertempur di medan sekaligus menjadi dokter bagi pasukanya ketika ada yang cedera.
Jasa besarnya tersebut diabadikan oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. GA. Siwabessy pada tahun 1974 untuk nama RSD Jember. Selain itu namanya juga sebagai nama jalan, serta nama sekolah tinggi ilmu kesehatan di Jember.
Atas Naman Pemerintah Kabupaten Jember Bupati dr. Hj. Faida, MMR. Punya cara tersendiri untuk mengenang para pahlawan tersebut sebagai rasa hormatnya.
Ada tiga rangkaian acara diantaranya, menggelar doa bersama di Masjid An Nuur di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Jum’at 8 Februari 2019. Doa yang dipimpin Kiai H. Iqbal ini dihadiri undangan dan masyarakat sekitar.
Masjid ini menjadi monumen peringatan lokasi tempat pertempuran hingga Letkol Moch. Sroedji sebagai Komandan Brigade Damarwulan Divisi II Suropati gugur bersama Letkol. dr. RM Soebandi, yang ketika itu menjabat sebagai Residen Militer Karesidenan Besuki merangkap perwira kesehatan brigade.
Kegiatan kedua berupa peluncuran buku biografi berjudul “Letkol. dr. RM. Soebandi, Jejak Kepahlawanan Dokter Pejuang” Buku ini ditulis dua jurnalis, Gandhi Wasono M dan Priyo Suwarno.
Keluarga besar Letkol. dr. RM. Soebandi bersama Pemerintah Kabupaten Jember mencetak buku ini sebanyak 2.000 eksemplar, dan dibagikan ke perpustakaan umum, militer, kedokteran, maupun lembaga pendidikan. Serta para guru sejarah di Jember.
Buku ini terbit atas gagasan dr. Widorini, MARS., putri pasangan Letkol. dr. RM Soebandi dan Rr Soekesi, yang mendapat dukungan penuh dari kakaknya, Widyastuti.
Peluncuran perdana buku yang menceritakan kisah kecil Letkol. dr. RM Soebandi hingga gugur di medan pertempuran ini oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR di Cempaka Hill Hotel, Sabtu (9 Februari 2019).
Kegiatan ketiga berupa simposium kedokteran pada Minggu 10 Februari 2019. Kegiatan ini kerjasama keluarga besar mendiang Letkol. dr. RM Soebandi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember, Universitas Jember (UJ), dan Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember.
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR mengajak para dokter di jaman sekarang untuk meneladani Letkol. dr. RM Soebandi, yang telah menjadi dokter dalam medan pertempuran.
Dokter sekarang, kata bupati, berangkat praktek dengan suasana tenang. Tidak seperti jaman dulu, yang tidak mendapat jaminan dapat kembali dengan selamat.
Hal ini juga menjadi cerminan bagi semua orang, bahwa pada masa sekarang, berkorban untuk bangsa dan negara tidak diminta sampai berkorban jiwa.
“Terkadang kita lengah mempunyai tanggungjawab yang besar melanjutkan pengorbanan para pahlawan kita. Jangan pernah menghianati semangat para pahlawan kita,” pesan Bupati, Sabtu (9/2/2019).
Ketua IDI Jember dr. Hendro Seolistijono, mewakili seluruh dokter di Jember, menyampaikan selamat dan sukses atas terbitnya buku biografi dr. Soebandi.
“Buku yang tentunya akan menginspirasi semua dokter yang bekerja dari pelosok desa hingga ke kota yang ada di Jember,” ujarnya. (Eko/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here