IAIN Madura Gelar Workshop Penguatan dan Pengembangan SDM Alumni

Workshop penguatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi alumni IAIN Madura.
PAMEKASAN, (News Indonesia) — Sebagai wujud kepedulian terhadap alumni, IAIN Madura menggelar workshop penguatan dan pemgembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi alumni, dengan tema Strategi Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Era digital.
Acara yang digelar di gedung multicenter lantai 2 itu dihadiri oleh Dr. Muhsi, M.T. selaku Dekan Fakultas Universitas Islam Madura, Selasa (9 April 2019).
Dalam sambutannya ketua panita pelaksana, Mustajab menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua civitas akademika dan seluruh alumni, dan berharap kegiatan yang digelar bisa bermanfaat dan dapat menghasilkan outpun yang baik.
“Terimakasih kepada semua civitas akademika dan seluruh alumni IAIN Madura dan semoga acara ini bermanfaat dan membuahkan output yang baik,” tutur Mustajab.
Sementara Rektor IAIN Madura melalui Wakil Rektor lll Mohammad Hasan menyampaikan bahwa dalam melakukan penguatan dan pengembangan SDM alumninya, dirinya akan terus berupaya melakukan pengawalan dengan baik serta akan terus berupaya memberikan pelatihan yang dapat menunjang SDM alumni.
“Kami akan terus berupaya mengawal seluruh alumni dengan baik dan berupaya semaksimal mungkin dengan memberikan kegiatan pelatihan yang dapat menunjang SDM para alumni,” ucap wakil rektor lll ini.
Selain itu, dirinya berharap kegiatan yang digelar dapat menjadi ajang silaturrahim antar alumni dan civitas akademika.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturrahim antar alumni dan civitas akademika,” imbuhnya.
Sementara dalam penyampaian materi, Dr. Muhsi, M.T. Dekan Fakultas Universitas Islam Madura ini meminta agar semua audien dapat mengambil peran penting di era industri masa kini.
“Kita hari ini sudah berada di era industri ke 3 dan sudah memasuki era industri ke 4, maka kita harus mengambil peran penting di dalamnya agar kita tidak tertinggal jauh,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, agar yang tidak tahu teknologi dapat belajar dan yang sudah tahu makin dikembangkan. “Yang tidak tahu teknologi belajar lah, yang tahu sedikit tingkatkanlah. Karena 10 tahun mendatang referensi kita adalah medsos. Maka dari itu bijaklah dalam menggunakan medsos,” tukasnya. (AQ/Dewi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here