Pasar Hewan Pakandangan Tak Diminati, Legislator Desak Pemerintah Serius Cari Solusi

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Suharinomo (dok. foto: Humas DPRD Sumenep/NI.co.id)
SUMENEP, (News Indonesia) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daaerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Maura, Jawa Timur, melontarkan kritik pedas tentang keberadaan pasar hewan di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, yang tekesan mubazir.
Sebab, sampai detik ini, pasar yang menelan dana kurang lebih Rp 2,3 miliar itu tidak dimanfaatkan. Terbukti, pedagang hewan masih enggan berdagang di pasar tersebut, padahal tempat itu dicanangkan mejadi pusat transaksi hewan ternak.
“Informasi yang kami terima, sejumlah pedagang masih memilih berjualan di Pasar Pahlawan, Kecamatan Kota. Maklum, pasar Pahlawan dinilai lebih produktif untuk pendapatan para pedagang sebab banyak pembeli yang memburu. Bahkan, sejumlah pedagang malah merasa nyaman berdagangan di tempat yang sebenarnya tidak diberbolehkan oleh pemerintah,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Sumenep, Suharinomo. Senin (15/4/2019).
Pihaknya mengaku kecewa melihat keberadaan pasar hewan yang menelan anggaran besar tersebut tidak ditempati, dan malah mangkrak sampai detik ini. Padahal, anggarannya cukup besar, namun manfaatnya tidak maksimal.
“Kami berharap semua pedagang sapi bisa berjualan di pasar itu, karena tempat tersebut diproyeksi akan menjadi pusat transkasi perdagangan hewan sapi. Ternyata, keberadanya tidak jelas. Saat ini tidak ada pedagang hewan yang berdagang di tempat itu. Bahkan, mereka memilih tempat lain. Ini kan sangat aneh. Tempat ada dengan anggaran besar, namun pedaganganya tidak mau. Berarti ada yang salah,” ujarnya.
Seharusnya, lanjut Politisi PAN ini, sebelum melakukan pembangunan dilakukan kajian termasuk kelayakan lokasi. Sehingga, saat sudah terlanjur dibangun namun tak diminati. Pembangunan itu harus ada kepastian akan menjadi daya tarik pedagang untuk menggelar dagangannya di sekitar tempat itu.
“Lokasinya di pinggir jalan namun tidak ada yang menempati sama saja dengan bohong. Jangan sampai pembangunan itu hanya dijadikan proyek semata. Namun, manfaatnya juga harus dipikirkan,” tuturnya.
Untuk itu, Suharinomo meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) harus segera mencari solusi agar bangunan itu bisa dimanfaatkan.
“Harus ada solusi yang jitu supaya pedagang mau berjualan hewan sapi di pasar terpadu itu. Entah penambahan fasilitas, atau hal-hal lain yang bisa menarik pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli sapi di pasar Sapi Pakandangan Sangra ini. Ini akan menjadi pertaruhan pemerintah,” tukas legislator dari daerah pemilihan (dapil) VI yang meliputi, Kecamatan Gayam, Nong Gunong, Raas dan Masalembu. (Imam/Faid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here